Si kecil melakukan gerakan tutup mulut? Suka melepehkan makanannya?
Sebelum terlanjur khawatir dan mecekokinya dengan beragam vitamin, cek
dulu beberapa hal di bawah ini:
1. Apakah jam tidurnya cukup?
Anak yang susah tidur biasanya susah makan juga. Cara mengatasinya,
usahakan membuat jadwal tidur yang lebih teratur dan lakukan ‘ritual’
malam yang menyenangkan.
2. Perhatikan jenis makanan anak, termasuk
camilannya. Seringkali anak tak mau makan karena kenyang dengan camilan,
termasuk susu. Coba kurangi susu, jus, dan aneka camilan lainnya
(terutama yang mengandung gula). Dengan begitu, anak menjadi cukup lapar
ketika jam makan tiba.
3. Pastikan porsi makannya sesuai untuk anak. Porsi makan besar cenderung membuat anak menolak menghabiskan makanannya.
4.
Cek ke dokter apakah si kecil mengalami gangguan fisik yang
menyebabkannya menjadi sulit makan. Misalnya, sariawan, radang
tenggorokan, atau gigi berlubang.
www.parenting.co.id
Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts
Oct 30, 2011
Melatih Anak Belajar Pipis Dalam Sehari
Mungkinkah anak belajar pipis sendiri atau potty training
dalam sehari? Ternyata metode ini memang ada. Meski masih menimbulkan pro dan
kontra, banyak orangtua berhasil menerapkan metode ini bagi anak mereka.
Seperti apa cara ini?
Ternyata mudah saja. Anda bisa meluangkan waktu satu hari penuh bersama si kecil. Usahakan agar hari itu perhatian Anda tidak tersita oleh hal-hal lain yang harus diselesaikan. Siapkan camilan, minuman, dan bahkan permen bila perlu. Kenakan pakaian nyaman pada si kecil, dan celana yang mudah dilepas sewaktu-waktu.
Bila Anda lihat ia sudah ingin pipis atau pup, segera letakkan ia di toilet yang sudah Anda beri dudukan khusus untuknya. Anda bisa membuatnya betah selama duduk di situ selama beberapa waktu dengan memberinya kesibukan, entah itu berupa mainan atau buku-buku. Tentu saja Anda juga perlu memberi penjelasan mengapa ia harus duduk di situ sampai ‘urusan’ nya selesai.
Ternyata mudah saja. Anda bisa meluangkan waktu satu hari penuh bersama si kecil. Usahakan agar hari itu perhatian Anda tidak tersita oleh hal-hal lain yang harus diselesaikan. Siapkan camilan, minuman, dan bahkan permen bila perlu. Kenakan pakaian nyaman pada si kecil, dan celana yang mudah dilepas sewaktu-waktu.
Bila Anda lihat ia sudah ingin pipis atau pup, segera letakkan ia di toilet yang sudah Anda beri dudukan khusus untuknya. Anda bisa membuatnya betah selama duduk di situ selama beberapa waktu dengan memberinya kesibukan, entah itu berupa mainan atau buku-buku. Tentu saja Anda juga perlu memberi penjelasan mengapa ia harus duduk di situ sampai ‘urusan’ nya selesai.
Jan 12, 2011
Management of Children With Food Allergy: Current Trends and Updates
In the last two decades, the prevalence of food allergy has been on the rise.1,2 Recent observations that Asian immigrants in North America and Europe have equal or even increased rates of food hypersensitivity compared with their Western counterparts pose a worrying possibility that, with the urbanization and Westernization of Asia, this has resulted in the increased prevalence of food allergy.3 The increase in food hypersensitivity expanding to areas of the world where the general awareness of food allergies is relatively low requires attention.
sumber : Journal of Paediatrics, Obstetrics & Gynaecology (JPOG) e-Newsletter
Jan 2, 2011
Penyakit Jantung Dapat Dicegah Sejak Anak-Anak
Sebuah penelitian patologi yang meneliti pembuluh darah aorta dan koroner pada anak dan dewasa yang menderita kematian mendadak karea penyakit jantung menunjukkan adannya korelasi dengan faktor resiko penyakit jantung yang dapat di modifikasi seperti low density lipoprotein (LDL), kolesterol, triglycerides, tekanan darah, Indeks Masa Tubuh dan merokok.
Pencegahan yang baik dilakukan pada anak-anak yang mempunyai resiko munculnya penyakit jantung koroner pada masa depan yaitu :
Oct 13, 2010
Oct 2, 2010
Perokok Pasif Pada Anak : Mengganggu Nilai Pelajaran

Sebuah studi di Hongkong menunjukkan bahwa anak dan remaja yang terpapar asap rokok, mngkin mendapat nilai pelajaran lebih rendah dibandingkan rekannya yang berasal dari rumah bebas rokok.
Perokok pasif merupakan ancaman kesehatan yang terkenal pada anak-anak, berkaitan dengan kenaikan resiko asma, bronchitis, pneumonia dan infeksi saluran nafas lain. Studi juga menemukan hubungan antara merokok selama hamil dan resiko lebih tinggi pada masalah tingkah laku masa kanak-kanak dan ADHD (attention deficit and hyperactive disorder).
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa anak-anak yang terpapar asap rokok sewaktu dalam kandungan atau dirumah, berkurang kemampuan kognitif seperti argumentasi dan daya ingat.
Peneliti mendapatkan dari 23000 siswa usia 11-20 tahun yang tidak merokok, sepertiga tinggal dengan paling sedikit seorang perokok dan hamper pasti prestasi sekolahnya “buruk”. Dari murid yang mengatakan mereka terpapar asap rokok dirumah paling sedikit 5 hari seminggu, 23% mengatakan prestasi sekolahnya buruk dibandingkan dengan teman sekelasnya.
Dr. Sai-Yin Ho dkk. Di university of Hongkong, bise mandeteksi beberapa faktor lain, seperti tingkat pendidikan orang tua dan tipe rumah, keduanya tanda status sosio ekonomi. Mereka menemukan bahwa siswa yang terpapar asap rokok terkait dengan resiko yang lebih besar 14%-28% untuk prestasi sekolah yang buruk, tergantung seberapa sering paparan terjadi.
Banyak zat racun pada asap tembakau termasuk timbal, arsen, ammonia dan hydrogen sianida yang dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak.
(journal of pediatrics 2010;doi:10.1016/j.jpeds.2010.06.013)
Picture : www.google.com
Picture : www.google.com
Jun 22, 2010
Catatan Rubrik Kesehatan ( tumbuh kembang anak - 2 )
Rubrik Keluarga, Harian Mitra Dialog – Cirebon –
Konsultasi Kesehatan
Sabtu-Pon, 21 November 2009 (3 Dzulhijjah 1430 H)
ASSALAMUALAIKUM Wr. Wb.
Membaca Harian umum Mitra Dialog edisi sabtu (14/11) lalu, saya tertarik menanyakan hal yang sama tentang pertumbuhan anak saya yang berumur 2 tahun 3 bulan dengan berat badan 10 kg.
Pertumbuhan sesuai umurnya tapi yang menjadi masalah sampai sekarang anak saya tidak bisa mengunyah makanan pada. Saya selalu mencba memberikan makanan padat, naming dimuntahkan kembali. Sehingga saya memberikan susu yang mengandung mkanan meskipun harganya mahal.
Apakah yang mengakibatkan anak saya tidak bisa makan makanan bentuk padat? Bagaimana dampaknya untuk perkembangan anak saya, dok? Terima kasih.
Konsultasi Kesehatan
Sabtu-Pon, 21 November 2009 (3 Dzulhijjah 1430 H)
ASSALAMUALAIKUM Wr. Wb.
Membaca Harian umum Mitra Dialog edisi sabtu (14/11) lalu, saya tertarik menanyakan hal yang sama tentang pertumbuhan anak saya yang berumur 2 tahun 3 bulan dengan berat badan 10 kg.
Pertumbuhan sesuai umurnya tapi yang menjadi masalah sampai sekarang anak saya tidak bisa mengunyah makanan pada. Saya selalu mencba memberikan makanan padat, naming dimuntahkan kembali. Sehingga saya memberikan susu yang mengandung mkanan meskipun harganya mahal.
Apakah yang mengakibatkan anak saya tidak bisa makan makanan bentuk padat? Bagaimana dampaknya untuk perkembangan anak saya, dok? Terima kasih.
Tiara di Kalijaga
08156597xxxx
08156597xxxx
WAALAIKUM SALAM Wr. Wb.
Terima kasih atas pertanyaan ibu Tiara. Seperti pembahasan minggu lalu, mari kita nilai pertumbuhan anak ibu. Untuk usia 2 tahun 3 bulan idealnya berat badan antara 11-16 kg dengan tinggi badan minimal 83 cm. perkembangan anak seusia ini seharusnya bisa berkomunikasi dengan baik, bermain-main dll.
Berdasarkan informasi yang ibu Tiara berikan, sejauh ini anak ibu tidak mengalami gangguan dalam proses menelan karena masih dapat menelan walaupun makanan cari dan lunak.
Saya sarankan anak ibu terus dilatih perlahan-lahan dan bertahap, mulai dari makanan cair yang dikombinasikan dengan makanan lunak hingga makanan padat dengan perbandingan yang terus meningkat antara makanan cair da padat. Diharapkan anak ibu mulai terbiasa walaupun membutuhkan proses dan kesabaran dari orang tua atau pengasuh atau dapat dicoba memberikan makanan padat yang dikombinasikan kuah sayuran yang sedikit dilembutkan.
Bila keadaan ini menetap sampai usia 3 tahun hanya dapat makan makanan cair/susu, konsultasikan ke rumah sakit atau dokter terdekat. Dampaknya sejauh ini belum ada untuk perkembangan, asalkan asupan gizinya tercukupi untuk mendukung perkembangan otaknya. Yang paling mungkin pengaruh terhadap bentuk dan susunan gigi geligi walaupun harus dengan proses yang lama. Semoga penjelasan saya cukup dipahami. Mohon maaf bila terapat kekurangan dan selamat berlatih.
Terima kasih atas pertanyaan ibu Tiara. Seperti pembahasan minggu lalu, mari kita nilai pertumbuhan anak ibu. Untuk usia 2 tahun 3 bulan idealnya berat badan antara 11-16 kg dengan tinggi badan minimal 83 cm. perkembangan anak seusia ini seharusnya bisa berkomunikasi dengan baik, bermain-main dll.
Berdasarkan informasi yang ibu Tiara berikan, sejauh ini anak ibu tidak mengalami gangguan dalam proses menelan karena masih dapat menelan walaupun makanan cari dan lunak.
Saya sarankan anak ibu terus dilatih perlahan-lahan dan bertahap, mulai dari makanan cair yang dikombinasikan dengan makanan lunak hingga makanan padat dengan perbandingan yang terus meningkat antara makanan cair da padat. Diharapkan anak ibu mulai terbiasa walaupun membutuhkan proses dan kesabaran dari orang tua atau pengasuh atau dapat dicoba memberikan makanan padat yang dikombinasikan kuah sayuran yang sedikit dilembutkan.
Bila keadaan ini menetap sampai usia 3 tahun hanya dapat makan makanan cair/susu, konsultasikan ke rumah sakit atau dokter terdekat. Dampaknya sejauh ini belum ada untuk perkembangan, asalkan asupan gizinya tercukupi untuk mendukung perkembangan otaknya. Yang paling mungkin pengaruh terhadap bentuk dan susunan gigi geligi walaupun harus dengan proses yang lama. Semoga penjelasan saya cukup dipahami. Mohon maaf bila terapat kekurangan dan selamat berlatih.
-dr.Kurniawan Oki P-
Catatan rubrik kesehatan ( Tumbuh kembang anak - 1 )
Rubrik Keluarga, Harian Mitra Dialog – Cirebon –
Konsultasi Kesehatan
Sabtu-Legi, 14 November 2009, 26 Dzulqadah 1430 H
ASSALAMU’ALAIKUM Dokter, saya mau mengkonsultasikan masalah pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak sesuai dengan anak lain pada umumnya. Usia anak saya sudah 25 bulan, berat badan 12 kg tapi belum bisa berjalan dan bicaranya hanya kata-kata “mama” saja. Padahal saat lahir normal, usia kandungan 9 bulan, berat badan lahir 3,5 kg dan panjang badan 49 cm. saya khawatir sekali dengan kondisi anak. Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Imas di Mundu
08131307xxxx
-dr.Kurniawan Oki P-
WA’ALAIKUMSALAM Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan dari ibu Imas. Mari kita analisa permasalahan tumbuh kembang anak ibu, berdasarkan informasi yang diberikan. Untuk pertumbuhannya terlebih dahulu, pada waktu lahir berat badan (BB) dan panjang badan anak ibu dalam kisaran normal.
Pada usia 2 tahun seharusnya berat badan sekitar 11-14 kg. untuk keadaan sekarang keadaan anak ibu dalam kndisi normal. Untuk panjang / tinggi badan informasinya kurang jelas.
Untuk perkembangannya, bagi anak usia 2 tahun seharusnya sudah bisa berjalan lancar, berlari-lari kecil, berkomunikasi sosial dengan lingkungan sekitar, perbendaharaan kata juga banyak. Perkembangan anak ibu saat ini sesui informasi yang diberikan sesuai dengan perkembangan anak usia 8-12 bulan.
Penyebab terjadinnya gangguan tumbuh kembang bisa bermacam-macam, seperti infeksi sampai dengan gangguan system syaraf. Gejala pada anak ibu mengarah pada gangguan perkembangan, khususnya cerebal palsy.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai gangguan perkembangan dan penyebabnya, saya sarankan ibu memeriksakan anak ibu ke rumah sakit atau dokter spesialis anak terdekat. Semoga penjelasan saya bisa dimengerti, mohon maaf bila aa kekurangan. Terima kasih.
Konsultasi Kesehatan
Sabtu-Legi, 14 November 2009, 26 Dzulqadah 1430 H
ASSALAMU’ALAIKUM Dokter, saya mau mengkonsultasikan masalah pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak sesuai dengan anak lain pada umumnya. Usia anak saya sudah 25 bulan, berat badan 12 kg tapi belum bisa berjalan dan bicaranya hanya kata-kata “mama” saja. Padahal saat lahir normal, usia kandungan 9 bulan, berat badan lahir 3,5 kg dan panjang badan 49 cm. saya khawatir sekali dengan kondisi anak. Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Imas di Mundu
08131307xxxx
-dr.Kurniawan Oki P-
WA’ALAIKUMSALAM Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan dari ibu Imas. Mari kita analisa permasalahan tumbuh kembang anak ibu, berdasarkan informasi yang diberikan. Untuk pertumbuhannya terlebih dahulu, pada waktu lahir berat badan (BB) dan panjang badan anak ibu dalam kisaran normal.
Pada usia 2 tahun seharusnya berat badan sekitar 11-14 kg. untuk keadaan sekarang keadaan anak ibu dalam kndisi normal. Untuk panjang / tinggi badan informasinya kurang jelas.
Untuk perkembangannya, bagi anak usia 2 tahun seharusnya sudah bisa berjalan lancar, berlari-lari kecil, berkomunikasi sosial dengan lingkungan sekitar, perbendaharaan kata juga banyak. Perkembangan anak ibu saat ini sesui informasi yang diberikan sesuai dengan perkembangan anak usia 8-12 bulan.
Penyebab terjadinnya gangguan tumbuh kembang bisa bermacam-macam, seperti infeksi sampai dengan gangguan system syaraf. Gejala pada anak ibu mengarah pada gangguan perkembangan, khususnya cerebal palsy.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai gangguan perkembangan dan penyebabnya, saya sarankan ibu memeriksakan anak ibu ke rumah sakit atau dokter spesialis anak terdekat. Semoga penjelasan saya bisa dimengerti, mohon maaf bila aa kekurangan. Terima kasih.
Subscribe to:
Posts (Atom)





